Di alam bebas, burung ini jenis burung teritorial, sehingga tidak heran ketika digantangkan di arena tomba ‘mental tempur’nya langsung keluar begitu melihat atau mendengar suara burung lain baik burung sejenis maupun burung lainnya.
Murai batu di Indonesa juga mendapat tempat di hati terdalam kicaumania karena kemampuan berkicaunya yang sangat baik merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi.
Sejumlah kicaumania bahkan berpendapat bahwa murai batu memiliki sejumlah keistimewaan yang jarang ditemukan pada burung berkicau lainnya.
Coba saja anda dengarkan kicauan burung murai batu dengan seksama. Setiap murai batu satu dengan yang lainnya tidak ada yang sama dalam lagu, intonasi ataupun besar kecilnya volume.
Gaya bertarung yang indah dengan ekor yang bergerak naik turun membuat burung ini kelihatan lebih menawan. Hingga tidak heran kalau harga burung yang sudah juara mencapai ratusan juta rupiah.
Belakangan gebrakan penangkaran membuat popularitas murai batu hasil penangkaran lebih banyak ‘diburu’ kicaumania ketimbang hasil tangkapan alam. Pasalnya jelas, sebab burung hasil penangkaran jelas asal-usul trah jawaranya. Bahkan ketika masih trotolpun sudah mulai bisa dinikmati ngriwikannya.
Selepas mabung, biasanya murai batu hasil tangkaran dengan indukan yang bagus sudah mulai ngerol dan bahkan ada yang sudah siap masuk arena lomba. (muraibatujawara.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar